KEIN: BI Masih Punya Ruang Turunkan Bunga Acuan

KEIN arif Budimanta 2

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Arif Budimanta menilai Bank Indonesia (BI) masih akan melonggarkan kebijakan dengan menurunkan suku bunga acuan.

Kata dia, ruang penurunan suku bunga BI masih terlihat merespon perlambatan ekonomi global yang kini terjadi. Selain itu, BI juga masih akan mengamati stance daripada Federal Reserve (The Fed).

"Room (untuk penurunan) masih tersedia karena rencananya The Fed juga akan nurunin. Inflasi kita more or less sekitar 3 persen," ujarnya di Jakarta, Jumat (13/9/2019).

Menurut KEIN, proses dialog antara bank sentral dengan perbankan harus dibangun secara intensif mengingat transmisi dari penurunan suku bunga BI membutuhkan waktu.
"7 days repo rate diturunkan bulan Agustus, nanti suku bunga perbankan baru turun bertransmisi 3 bulan dengan alasan karena dana pihak ketiga (DPK) yang juga harus melakukan adjustment," ujarnya.

"Sederhananya, menurut pandangan saya dalam mentransmisikan kebijakan moneter, itu kepada sektor riil supaya bisa jadi lebih cepat dan langsung dirasakan dampaknya pada dunia usaha, jadi percuma naikin nurunin, tapi nggak ada dampak terhadap dunia usaha, suku bunga kredit perumahan tidak turun misalnya, tetep, apalagi 7days repo udah turun, terus apa gunanya kalau udah turun?" lanjut dia.

5 Rekomendasi KEIN untuk Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin

KEIN arif Budimanta 1
Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) memberikan lima rekomendasi kebijakan untuk Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin di periode 2019-2024.

Wakil Ketua KEIN Arif Budimanta mengatakan, perumusan intensif ini bertujuan untuk mewujudkan cita-cita yang baik demi keadilan dan kemakmuran rakyat.

"Tujuan akhir dari pembangunan ialah menciptakan masyarakat yang adil dan makmur. Untuk mewujudkan hal itu, kami merekomendasikan prinsip-prinsip ini," tuturnya di Jakarta, Jumat (13/9/2019).

Adapun kelima rekomendasi tersebut ialah pertama, mempersempit ketimpangan dalam kepemilikan aset. Pemerintah harus mengembangkan pola kemitraan antara yang besar dengan yang kecil agar tercipta akses kesejahteraan secara berkesinambungan.

Kedua, mendorong wawasan pembangunan yang memprioritas penguatan domestik. Komitmen ini, dikatakan Arif harus didukung melalui kebijakan pembangunan berbasis sumber wilayah secara spasial. Itu mengingat Pemerintah juga telah memberikan dukungan melalui pembangunan infrastruktur.

Ketiga, KEIN merekomendasikan mendukung penguatan koperasi serta UMKM. Komitmen ini harus disosialisasikan dalam bentuk penyebarluasan pendidikan koperasi pada semua jenjang pendidikan agar terjadi internalisasi sejak usia dini.

"Pada saat yang bersamaan, upaya pengembangan koperasi juga perlu ditingkatkan. Hal ini dilakukan melalui melalui peningkatan kapasitas, jangkauan, dan inovasi koperasi," Arif melanjutkan.

Rekomendasi Selanjutnya

Rekomendasi keempat ialah mendorong wawasan kebangsaan bagi penyelenggara usaha negara. Pemerintah harus mengembangkan prinsip “National Interest” bagi penyelenggara utama dalam kegiatan usaha negara melalui BUMN.

Dengan demikian, BUMN dapat menjadi aktor penting yang terlibat dalam pengembangan UMKM dan Koperasi.

"Melalui kebijakan tersebut akan tercipta ekosistem yang sehat dan berkesinambungan dalam dunia usaha, sehingga ikut memperkuat kemandirian dan daya tahan ekonomi," ujarnya.
Terakhir ialah penguatan keadilan dan ketahanan ekonomi untuk pertumbuhan yang berkualitas dan berkelaniutan

"Pemerintah harus melakukan: redistribusi lahan produktif untuk meningkatkan produktivitas petani; menjamin hak semua pelaku ekonomi atas akses sumber daya; peningkatan kapasitas dan kualitas petani, pekebun, nelayan dan pelaku usaha lain, ketersediaan kesempatan kerja layak bagi setiap orang," paparnya.
Sumber:Liputan6.com
Share:

BPS Catat Deflasi 0,27 Persen di September 2019


Liputan6.com, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indonesia mengalami deflasi sebesar 0,27 persen. Dengan demikian inflasi tahun kalender pada September 2019 terhadap Desember 2018 sebesar 2,20 persen, sementara inflasi tahun ke tahun sebesar 3,39 persen.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, berbagai komoditas menunjukkan penurunan harga sepanjang September 2019. Sebagian besar komoditas yang menunjukkan penurunan harga di antaranya cabai merah, cabai rawit, ayam ras dan telur ayam ras.

"Jadi bisa dilihat terjadinya deflasi lebih disebabkan penurunan harga bumbu bumbuan dan komoditas makanan," ujar Suharyanto di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Selasa (1/10).

Dari 82 kota di Indonesia, 70 kota mengalami deflasi sementara 12 kota mengalami inflasi. Adapun deflasi tertinggi terjadi di Sibolga sebesar 1,94 persen, yang paling rendah di Surabaya sebesar 0,02 persen.

"Sementara itu inflasi tertinggi terjadi di Meulaboh sebesar 0,91 persen, inflasi terendah terjadi di Watampone dan Palopo sebesar 0,01 persen. Meulaboh lebih disebabkan oleh kenaikan harga komoditas ikan," jelas Suhariyanto.

Adapun capaian inflasi pada September masih berada di bawah target yang ditetapkan oleh pemerintah dalam Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) 2019 sebesar 3,5 persen. BPS berharap kondisi yang sama akan terjadi hingga akhir tahun.

"Deflasi tersebut masih berada di bawah target pemerintah. Kita berharap kondisi yang sama terjadi hingga akhir tahun. Meski Desember biasanya mengalami kenaikan untuk biaya anak sekolah, persiapan natal maupun tahun baru," tandas Suhariyanto.

Reporter: Anggun P. Situmorang
Sumber: Merdeka.com

BI Prediksi September Bakal Deflasi 0,19 Persen

Bank Indonesia (BI) memperkirakan akan terjadi deflasi pada bulan September 2019 sebesar -0,19 persen. Dengan deflasi tersebut maka, secara year on year (yoy) inflasi tercatat sebesar 3,48 persen persen.

"Berdasarkan survei pemantauan harga pada minggu ketiga kita perkirakan di bulan September ini akan terjadi deflasi. Deflasi yaitu sebesar minus 0,19 persen mtm. Sehingga kalau inflasi yoy 3,48 persen," kata Gubernur BI, Perry Warjiyo saat ditemui di Kompleks Masjid BI, Jakarta, Jumat (20/9).

Perry mengatakan, andil deflasi yang terjadi di September dikarenakan banyak komoditas pangan yang mengalami penurunan seperti cabai merah, bawang merah, hingga daging dan ayam ras.   
"Cabai merah terjadi deflasi minus 0,21 persen, bawang merah minus 0,7 persen. Dan yang lain agak gede daging ayam ras minus 0,05 persen," kata dia.

Perry mengakui kenaikan inflasi didua bulan sebelumnya memang diakibatkan oleh tingginya harga cabai. Mengingat pada waktu itu masuk faktor musiman, dalam artian tidak dalam masa panen.

"Ini sudah mulai ada pasokan dari cabai sehingga sudah terjadi deflasi tadi yang saya sampaikan," imbuh dia.

Perry meyakini, dengan deflasi yang terjadi di September tersebut menunjukkan bahwa inflasi semakin terjaga rendah dan stabil hingga akhir tahun. Sehingga inflasi pada akhir tahun 2019 diproyeksikan masih akan berada tengah-tengah di bawah kisaran 3,5 persen.

"Sekali lagi ini mengkonfirmasi dengan realisasi inflasi sampai bulan September kami meyakini bahwa inflasi akhir tahun ini akan di bawah titik tengah sasaran 3,5 persen akan di bawah 3,5 persen. Tahun depan kami masih optimis akan berada di sasaran kisaran 3 persen plus minus 1 persen itu untuk tahun depan," tandasnya.

Reporter: Dwi Aditya Putra
Sumber: Merdeka.com
Sumber:Liputan6.com
Share:

Semester I 2019, Antam Untung Rp 365,75 Miliar


Liputan6.com, Jakarta - PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengumumkan bahwa Perseroan mencatatkan pertumbuhan kinerja operasi dan keuangan unaudited yang positif pada semester pertama tahun 2019 (1H19).
Antam mencatatkan laba bersih pada 1H19 sebesar Rp365,75 miliar, tumbuh 6 persen dibandingkan laba bersih pada semester pertama tahun 2018 (1H18) sebesar Rp344,45 miliar.

"Pertumbuhan kinerja produksi dan penjualan komoditas utama Antam terefleksikan pada capaian tingkat penjualan bersih ANTAM 1H19 sebesar Rp14,43 trilun, tumbuh 22 persen dibandingkan capaian penjualan 1H18 sebesar Rp11,82 triliun," kata Direktur Keuangan Antam Dimas Wikan Pramudhito dalam keterangannya, Selasa (1/10/2019).

Kinerja keuangan Antam yang solid juga terefleksikan dari pertumbuhan Earning Before Interest, Taxes, Depreciation and Amortization (EBITDA) 1H19 Tercatat sebesar Rp1,46 triliun tumbuh 6 persen dibandingkan dengan capaian EBITDA 1H18 sebesar Rp1,38 triliun.

Komoditas emas merupakan komponen terbesar pendapatan Perusahaan, berkontribusi sebesar Rp9,61 triliun atau 67 persen dari total penjualan bersih 1H19.

Kinerja keuangan Antam yang solid tercermin pula pada kenaikan corporate credit rating S&P Global Antam tahun 2019 dari rating 'B-/outlook positive' menjadi rating 'B/outlook positive' serta kenaikan peringkat Korporasi dan Obligasi Bekerlanjutan I Tahun 2011 yang dilakukan oleh PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) dari rating 'idA-/outlook stable' menjadi rating 'idA/outlook stable' seiring dengan outlook pertumbuhan positif kinerja keuangan dan operasi Antam sepanjang periode dua belas bulan ke depan.

Penjualan Feronikel

Pertumbuhan positif kinerja operasi dan penjualan komoditas utama Antam pada 1H19, tercermin pada volume produksi feronikel yang mencapai 13.017 ton nikel dalam feronikel (TNi), naik 2 persen dibandingkan capaian produksi 1H18 sebesar 12.811 TNi.

Sejalan dengan pertumbuhan volume produksi, penjualan feronikel pada 1H19 tercatat sebesar 13.157 TNi atau naik sebesar 5 persen dibandingkan periode 1H18 sebesar 12.579 TNi. 

Penjualan feronikel di 1H19 merupakan kontributor terbesar kedua dari total penjualan bersih Antam, dengan nilai penjualan sebesar Rp2,31 triliun atau 16 persen dari total penjualan bersih 1H19.

Penjualan Emas

Untuk komoditas emas, pada 1H19 total volume produksi emas dari tambang Pongkor dan Cibaliung mencapai sebesar 979 kg (31.476 troy oz.). Tingkat volume penjualan emas Antam tercatat sebesar 15.741 kg (506.084 troy oz.) tumbuh sebesar 14 persen dibandingkan 1H18 yang mencapai 13.760 kg (442.394 troy oz.).

Peningkatan penjualan tersebut seiring dengan upaya Antam untuk meningkatkan utilitas pengolahan pabrik pemurnian serta pengembangan pasar emas Antam baik domestik dan ekspor yang didukung dengan pegembangan inovasi produk Logam Mulia Antam.

Pada periode 1H19, volume produksi bijih nikel tercatat sebesar 4,79 juta wet metric ton (wmt), atau naik sebesar 27 persen dibandingkan 1H18 yang tercatat sebesar 3,77 juta wmt. Sedangkan volume penjualan bijih nikel tercatat sebesar 3,90 juta wmt, tumbuh sebesar 103 persen dibandingkan dengan volume penjualan periode 1H18 sebesar 1,92 juta wmt. Antam mencatatkan pendapatan dari bijih nikel pada 1H19 sebesar Rp1,76 triliun tumbuh 107 persen Year Over Year (YoY).

Komoditas bauksit turut berkontribusi positif pada pertumbuhan kinerja periode 1H19 dengan capaian produksi mencapaI 597 ribu wmt, naik sebesar 43 persen YoY dengan volume penjualan bauksit mencapai 611 ribu wmt atau naik sebesar 138 persen YoY. Perusahaan mencatatkan pendapatan dari komoditas bauksit sebesar Rp296 miliar, tumbuh 136 persen YoY.
Sumber:Liputan6.com
Share:

Tarif Kereta Cepat Jakarta-Bandung Kelas II Dibanderol Rp 300 Ribu


Liputan6.com, Jakarta - Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC), Chandra Dwiputra menyatakan ongkos tarif kereta cepat Jakarta-Bandung akan dipatok mencapai Rp 300 ribu untuk pelayanan kelas II. Kereta cepat ini sedianya akan memiliki tiga kelas pelayanan, mulai Kelas VIP, kelas I dan kelas II.

"Kalau Rp500.000 kan tidak layak juga. Pokoknya disesuiakan dengan kondisi saat ini jadi kira-kira Rp 300 ribu kelas II," kata dia saat ditemui di Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Selasa (1/10).

Kendati begitu, dirinya tidak merincikan besaran harga tiket untuk kelas I dan VIP. Hanya saja kata dia, biaya maksimal dikeluarkan pihaknya tidak akan mencapai Rp 500 ribu.

"Pokoknya satu VIP, kursi dikit. Kelas I juga tidak banyak. ujung depan ujung belakang," katanya.
Seperti diketahui, proyek ini secara keseluruhan ditargetkan rampung pada 2021. Pada kuartal II-2021 (April-Juni), kereta cepat sudah mulai uji coba selama tiga sampai empat bulan sebelum beroperasi penuh.

Kapasitas angkut kereta cepat pertama di Indonesia ini adalah sekitar 109 ribu penumpang per hari, dan dapat memangkas waktu tempuh dari Jakarta ke Bandung maupun sebaliknya hingga 36 menit (untuk perjalanan langsung) dan 46 menit (untuk perjalanan tak langsung).

Kereta ini merupakan hasil pengembangan tipe CRH380A oleh perusahaan China, CRRC Qingdao Sidang. Berbekal teknologi terbaru tersebut, harga tiket kereta cepat Jakarta-Bandung diperkirakan berada pada kisaran Rp 229 ribu.

Reporter: Dwi Aditya Putra
Sumber: Merdeka.com

Menteri Rini Puji China di Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno memuji dan berterimakasih banyak kepada China atas keterlibatannya dalam proyek kereta cepat Jakarta-Bandung yang digarap oleh PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC). Menurutnya, kemitraan antara Indonesia dan Negeri China telah berjalan dengan baik.

"Kita berterima kasih kepada Tiongkok yang yakin partnership ini bisa berjalan dengan baik. Ini semua tidak bisa terjadi kalau tidak ada kepercayaan dari kedua belah pihak, partnership yang saling menguntungkan bagi kedua negara," ujar dia saat peletakan girder pertama proyek kereta cepat Jakarta-Bandung di Kabupaten Bekasi, Senin (30/9/2019).

Dia menceritakan kisah PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau Wika selaku produktor tiang pancang jalur layang di proyek ini, yang banyak berguru pada perusahaan konstruksi China, Sinohydro. Hubungan ini membuat Wika bisa lebih variatif secara hasil produksi.

"Jadi ini partnership yang sebaik-baiknya harus kita manfaatkan betul. Saya lihat Wika belajar banyak, karena sekarang Wika bisa buat kaki (tiang pancang) yang bentuknya enggak kotak-kotak. Tapi cantik, ada lekukan," puji Menteri Rini.

Nantinya, ia melanjutkan, PT KCIC juga akan mengirimkan putra-putri Tanah Air untuk berlatih mengoperasikan kereta cepat di China. Sehingga ke depan negara bisa menggarap proyek secara mandiri.

"Buat Indonesia ini adalah sesutau yang bisa buat belajar, dan RRC sangat terbuka. untuk transfer teknologi jadi kita ini betul harus kita manfaatkan sehingga Indonesia bisa jadi negara yang punya kemampuan untuk mebangun kereta. Dari kereta yang biasa sampai kereta LRT MRT dan nantinya kereta cepat," tuturnya.

Tak hanya di proyek kereta cepat Jakarta-Bandung, ia berharap anak bangsa ke depan juga bisa lebih mahir dalam menggarap proyek infrastruktur lainnya.

"Nah saya harapkan kemampuan di sini ini nanti juga bisa dimanfaatkan di tempat lain. Karena sekarang kita lagi bangun tol di Sumatera (Trans Sumatera), mau menembus Bengkulu untuk masuk ke Pekanbaru itu harus menembus gunung," tukas dia.  

KCIC Tanam Girder Pertama Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung memasuki babak baru. PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) mulai pemasangan girder pertama yang merupakan bagian dari struktur layang atau elevated pada proyek ini.

Prosesi peletakan girder pertama tersebut dilaksanakan di casting yard 1 proyek kereta cepat Jakarta-Bandung, di Km 26 Tol Jakarta-Cikampek (Japek), Cikarang Utama, Kabupaten Bekasi, Senin (30/9/2019).

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, Direktur Jenderal Pengadaan Tanah Kementerian ATR/BPN Arie Yuriwin, Direktur Utama (Dirut) PT KCIC Chandra Dwiputra, Duta Besar China untuk Indonesia Xiao Qian, beserta jajaran direksi BUMN. 

Dalam sambutannya, Dirut PT KCIC Chandra Dwiputra mengatakan, box girder pertama yang akan diinstalasi ini merupakan satu dari kurang lebih 2.000 unit yang akan dipasang di seluruh proyek Jakarta-Bandung ini. Beratnya sekitar 900 ton.

Kita didominasi oleh struktur elevated. Ini adalah awalan untuk menyambung dari sekitar 142 km trase tersebut," ungkap dia.

Sebagai informasi, kehadiran pier-pier yang ditopang oleh tiang pancang beton di pesisir Tol Jakarta-Cikampek nantinya akan menjadi bagian dalam proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Struktur layang mendominasi hampir 60 persen jalur kereta cepat sepanjang 142,3km ini.

Adapun proses konstruksi kereta cepat Jakarta-Bandung diperkirakan mencapai 50 persen pada tahun ini. Pelepasan lahan untuk lintasan kereta pun sudah hampir selesai, dan telah memasuki tahap pembangunan.
Sumber:Liputan6.com
Share:

Recent Posts