Sri Mulyani: Ekonomi Indonesia pada tahun 2020 berlangsung dramatis akibat pandemi

 Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan ekonomi pada 2020 berlangsung dramatis. Penyebabnya, tak lain akibat dampak pandemi corona virus disease 2019 (Covid-19).

Padahal di awal 2020, pemerintah memprediksi ekonomi Indonesia bisa tumbuh hingga 5,3% year on year (yoy) atau lebih tinggi daripada realisasi pertumbuhan ekonomi 2019 sebesar 5,02%. Namun, seiring berjalannya pandemi virus corona, ekonomi Indonesia diramal ambles minus 2,2% hingga minus 1,7%.

Kendati demikian, krisis yang bermuara dari isu kesehatan dialami oleh seluruh negara di dunia. Alhasil berbagai institusi global memprediksi ekonomi dunia berada di zona negatif pada 2020. 

Baca Juga: Menko Airlangga: Vaksinasi corona sudah bisa dilakukan akhir Januari 2021

Misalnya, Organization for Economic Co-Operation and Development (OECD) memprediksi ekonomi global minus 4,2% yoy. Sementara, International Monetary Fund (IMF) di level minus 4,4% yoy. Bahkan, World Bank meramal minus 5,2% yoy.

Alhasil, untuk menangkal dampak pandemi lebih lanjut, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melalui kebijakan fiskalnya meningkatkan batas defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dari batas 3% yang diamanatkan dalam Undang-Undang (UU) Keuangan Negara menjadi 6,34% terhadap produk domestik bruto (PDB). 

“Oleh karena itu banyak negara juga melakukan hal yang sama dari sisi keuangan negara. Defisit di seluruh dunia mengalami hal dramatis. Di negara-negara maju bahkan defisit bisa mencapai dua digit di atas 15% atau di atas 10%, bahkan ada yang di atas 20%,” kata Menkeu dalam seminar bertajuk Outlook Perekonomian Indonesia, Selasa (22/12).

Kata Menkeu untuk menjaga ekonomi Indonesia tidak terpuruk seperti negara-negara maju, pemerintah melalui instrumen fiskal bersama Bank Indonesia (BI) dengan instrumen moneter berusaha terus menjaga stabilitas ekonomi dan keuangan. Caranya melalui bagi beban alias burden sharing pembiayaan anggaran. 

Baca Juga: Ini penjelasan Menteri Sri Mulyani untuk pendanaan vaksin corona gratis

“Maka karena kemerosotan ekonomi pemerintah melakukan counter cyclical menahan ekonomi dan defisit karena penurunan pendapatan maupun belanja yang lebih banyak dalam rangka membantu masyarakat saat ada Covid-19,” ujar Menkeu.

Meski begitu, Menkeu meyakini sejalan dengan pengendalian penyebaran virus corona, ekonomi Indonesia sudah mulai membaik sejak terpukul dalam pada kuartal II-2020, lanjut pulih di kuartal III-2020 hingga kuartal IV-2020 saat ini.

Share:

Recent Posts